Broker Terbaik untuk Berinvestasi di Saham Indonesia
Bandingkan broker terbaik untuk berinvestasi di saham Indonesia. Temukan platform, biaya, dan fitur yang tepat.
>
Rankings
>
Saham Indonesia
2.5.26

CGS
CGS International Indonesia diawasi oleh OJK dengan kekuatan gabungan CIMB dan China Galaxy — akses ke IDX dan pasar ASEAN dengan riset serantau yang mendalam. Keunggulan unik: expertise ASEAN CIMB dikombinasikan dengan akses pasar China. Pilihan kuat untuk investor yang membutuhkan cakupan pan-Asia.
Peringkat Konsensus

Maybank
Maybank Securities Indonesia diawasi oleh OJK dengan kekuatan jaringan ASEAN Maybank Group — akses ke IDX dan pasar Asia Tenggara dengan riset serantau yang solid. Pilihan institusional yang dapat diandalkan untuk investor yang membutuhkan cakupan Indonesia dan ASEAN secara bersamaan.
Peringkat Konsensus

UOB Kay Hian
UOB Kay Hian Indonesia diawasi oleh OJK — broker SGX-listed dari UOB Group dengan riset pasar Indonesia yang solid dan akses ke IDX serta pasar Asia regional. Pilihan institusional yang dapat diandalkan untuk investor yang mengutamakan kedalaman riset dan kehadiran pan-Asia.
Peringkat Konsensus

DBS Vickers
DBS Vickers Indonesia diawasi oleh OJK dan didukung oleh kekuatan penuh DBS Group, salah satu bank terbesar di Asia. Pilihan yang solid untuk investor yang mengutamakan kepercayaan institusional dan akses ke pasar IDX serta internasional. Biaya tidak paling kompetitif untuk trader aktif, tetapi kualitas riset dan keandalan platform sulit ditandingi.
Peringkat Konsensus

Phillip Securities
Phillip Securities Indonesia diawasi oleh OJK dengan akses ke IDX dan 26 bursa global melalui platform POEMS — broker independen dengan biaya kompetitif dan riset pasar Indonesia yang kuat. Pilihan solid untuk investor aktif yang membutuhkan kedalaman pasar lokal dan global sekaligus.
Peringkat Konsensus

Mandiri
MNC Sekuritas (MOST) menawarkan platform trading yang ramah pengguna dengan dukungan ekosistem MNC Group — diawasi OJK, dengan biaya kompetitif, fitur analisis teknikal yang baik, dan program edukasi investasi yang aktif. Pilihan solid untuk trader aktif yang menginginkan platform lengkap dengan biaya terjangkau. Kurang dikenal dibanding pemain besar tetapi kualitas platform tidak kalah.
Peringkat Konsensus

BCA
BCA Sekuritas membawa standar layanan premium BCA ke pasar modal Indonesia — diawasi OJK, anak perusahaan bank swasta terbesar Indonesia, dengan integrasi BCA yang mulus dan orientasi ke nasabah premium dan private banking. Pilihan natural untuk nasabah BCA yang mengutamakan kualitas layanan. Komisi tidak paling rendah untuk trader aktif.
Peringkat Konsensus

BNI
BNI Sekuritas adalah pilihan yang andal untuk nasabah BNI yang ingin berinvestasi di pasar modal — diawasi OJK, BUMN, dengan platform BIONS dan akses mudah ke obligasi negara (SBN). Integrasi perbankan BNI yang lancar dan kredibilitas institusional BUMN menjadi keunggulan utamanya. Trader aktif akan menemukan komisi lebih kompetitif di sekuritas swasta.
Peringkat Konsensus

BRI Danareksa
BRI Danareksa Sekuritas membawa kekuatan BRI Group ke pasar modal Indonesia — diawasi OJK, BUMN, dengan integrasi perbankan BRI yang mulus dan kredibilitas institusional yang kuat. Pilihan natural untuk nasabah BRI yang ingin mulai berinvestasi di IDX. Biaya tidak paling kompetitif untuk trader aktif, tetapi kepercayaan dan stabilitas institusi sulit ditandingi.
Peringkat Konsensus

Mirae Asset
Mirae Asset Indonesia membawa standar sekuritas Korea ke pasar Indonesia — diawasi OJK, dengan platform HOTS yang canggih, biaya komisi terendah di kelasnya, dan riset pasar berkualitas internasional. Pilihan utama trader aktif di IDX yang mengutamakan teknologi dan efisiensi biaya. Kurang cocok untuk investor pasif pemula.
Peringkat Konsensus
Saham Indonesia terpopuler berdasarkan kapitalisasi pasar
Kapitalisasi pasar — sering disebut market cap — mengukur total nilai pasar sebuah perusahaan yang terdaftar di bursa. Dihitung dengan mengalikan harga saham saat ini dengan jumlah saham yang beredar. Investor menggunakan metrik ini untuk membedakan perusahaan besar yang mapan dari saham pertumbuhan yang lebih kecil, yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi namun juga membawa risiko lebih besar.
Di antara saham Indonesia dengan kapitalisasi pasar terbesar:
Bank Central Asia (BCA): Bank swasta terbesar di Indonesia berdasarkan total aset, dengan basis nasabah ritel yang sangat kuat. Dipantau investor terkait pertumbuhan kredit, penetrasi perbankan digital, dan siklus ekonomi Indonesia.
Bank Rakyat Indonesia (BRI): Bank milik negara terbesar di Indonesia, dengan fokus utama pada segmen UMKM dan perdesaan. Dianalisis dalam konteks inklusi keuangan, kredit mikro, dan kebijakan moneter Bank Indonesia.
Telkom Indonesia: Perusahaan telekomunikasi milik negara yang dominan, menyediakan layanan telepon, internet, dan digital di seluruh Indonesia. Dipantau terkait pertumbuhan data seluler, ekspansi serat optik, dan ekosistem digital.
Astra International: Konglomerat terbesar di Indonesia dengan bisnis di otomotif, pertambangan, perkebunan, keuangan, dan infrastruktur. Dipantau sebagai barometer perekonomian domestik Indonesia.
GoTo Group: Perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, hasil merger Gojek dan Tokopedia. Dipantau dalam konteks pertumbuhan e-commerce, layanan on-demand, dan fintech di Asia Tenggara.
Saham Indonesia populer lainnya
Selain perusahaan-perusahaan terbesar, investor juga secara rutin memantau saham-saham berikut:
Bank Mandiri, bank milik negara dengan aset terbesar di Indonesia, dianalisis terkait pertumbuhan kredit korporasi, siklus komoditas, dan kondisi makroekonomi nasional.
Unilever Indonesia, produsen barang konsumsi terkemuka di pasar Indonesia, dipantau terkait tren konsumsi domestik, inflasi, dan pertumbuhan kelas menengah.
Vale Indonesia, produsen nikel besar yang terdaftar di BEI, dianalisis terkait harga nikel global dan permintaan baterai kendaraan listrik.
Bukit Asam, perusahaan tambang batu bara milik negara, dipantau terkait harga batu bara global dan kebijakan energi pemerintah Indonesia.
IDX Composite sebagai indeks acuan Indonesia
IDX Composite (IHSG) adalah indeks pasar saham utama Indonesia yang mencakup seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini merupakan acuan utama untuk menilai kinerja pasar ekuitas Indonesia dan dipantau oleh investor lokal maupun internasional.
Pasar Indonesia sangat sensitif terhadap harga komoditas — terutama batu bara, minyak sawit, nikel, dan tembaga — nilai tukar rupiah, kebijakan Bank Indonesia, serta arus modal asing. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menarik minat investor global.
Saham dividen di Indonesia
Saham dividen Indonesia terkonsentrasi pada sektor perbankan, telekomunikasi, dan BUMN. Bank-bank besar seperti BCA, BRI, dan Bank Mandiri, serta Telkom Indonesia, secara historis merupakan pembagi dividen yang konsisten di BEI.
Investor berpengalaman mempertimbangkan rasio pembayaran, stabilitas laba, dan keberlanjutan arus kas di samping imbal hasil dividen. Imbal hasil dividen yang tidak biasa tinggi bisa mengindikasikan penurunan harga saham atau tekanan keuangan.
Saham industri dan siklikal di Indonesia
Pasar Indonesia memiliki eksposur signifikan pada sektor komoditas, pertambangan, dan perkebunan yang sangat dipengaruhi oleh harga global batu bara, minyak sawit, nikel, dan tembaga. Saham-saham ini bergerak mengikuti siklus komoditas global dan permintaan dari China sebagai mitra dagang utama.
Cara berinvestasi di saham Indonesia
Untuk berinvestasi di saham Indonesia, investor biasanya memerlukan akun broker dengan akses ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Bergantung pada penyedia layanan, saham dapat dibeli langsung atau diperdagangkan melalui instrumen derivatif seperti CFD.
Buka akun di broker teregulasi yang menawarkan akses ke BEI.
Setorkan dana dan tentukan tujuan investasi Anda.
Riset perusahaan dan pilih saham yang sesuai dengan strategi Anda.
Bangun posisi dan pantau secara berkala.
Risiko berinvestasi di saham Indonesia
Investasi di saham Indonesia membawa risiko spesifik seperti volatilitas rupiah, ketergantungan pada harga komoditas, risiko politik dan regulasi, serta likuiditas yang lebih rendah dibanding pasar maju.
Banyak investor mengelola risiko ini melalui diversifikasi antar sektor dan geografi, serta dengan cermat menentukan ukuran posisi relatif terhadap keseluruhan portofolio.
Sebelum berinvestasi, ada baiknya membandingkan broker berdasarkan biaya, akses ke BEI, dan alat riset yang tersedia untuk menemukan platform yang paling sesuai dengan pendekatan Anda.